Tempat Wisata Favorit di Bitung


Pantai Serena


Tidak sekedar indah tapi juga instagramable, begitulah komentar banyak wisatawan terhadap Pantai Serena karena pemandangan yang ada di setiap sudutnya memang menarik untuk dijadikan latar belakang foto. Salah satu diantaranya adalah batu bolong, yaitu sebuah tebing yang memiliki lubang besar pada bagian tengahnya.

Pantai Batu Angus


Disebut Pantai Batu Angus karena semua bebatuan dengan beragam bentuk dan ukuran yang ada di sini memiliki warna hitam legam seperti kayu yang habis terbakar. Tidak hanya itu saja keunikannya, pesisir di pantai ini tidak berhiaskan pasir sebagaimana pantai-pantai yang lain, melainkan batu-batu kerikil berwarna hitam.

Selain unik, Pantai batu Angus juga menyuguhkan pemandangan yang eksotis, karena di kawasan pantai dapat dijumpai kolam-kolam alami, berupa air laut yang dikeliling oleh batu-batu hitam berukuran besar yang membentuk pagar.

Selat Lembeh


Selat yang memisah daratan Sulawesi dengan Pulau Lembeh ini memiliki panjang 16 km dengan lebar 1 – 2 km. Selat ini menjadi maskot pariwisata Kota Bitung karena memiliki 88 titik lokasi selam dengan pemandangan bawah laut yang menakjubkan.

Selat Lembeh diakui sebagai situs muck diving (lokasis selam dengan dasar laut berpasir) terbaik di dunia dan menjadi tempat hidup ikan-ikan raksasa. Selat ini juga menjadi rumah bagi frog berbulu, octopus, nudbranch, dan berbagai satwa air lainnya.

Kecantikan biota laut yang ada di sini merupakan objek yang mahal bagi pecinta fotografi bawah air. Itu sebabnya Selat Lembeh mendapat sebutan “The Mecca of Macro Photograpgy”.

Monumen Trikora Mandala Sakti

/

Monumen yang berdiri kokoh di Pulau Lembeh ini dibangun untuk mengenang para pejuang yang melawan penjajah Belanda saat merebut Irian Barat. Monumen Trikora Mandala Sakti didirikan di Bitung karena disinilah untuk pertama kalinya pasukan TNI mendarat, sebelum melakukan penyerangan ke wilayah Papua.

Di kawasan monumen, selain akan menjumpai tugu peringatan dengan bentuk yang instagramable, pengunjung juga dapat menyaksikan bangkai pesawat DC-3 Dakota yang dulu digunakan TNI AU untuk menyerang Pasukan Belanda di Irian Barat.

Hutan Mangrove Lirang


Menaiki perahu menyusuri perairan di sela-sela pohon bakau tentu akan menjadi petualangan yang mengasyikkan. Aktifitas menarik itulah yang dapat dilakukan saat berkunjung ke Hutan Mangrove Lirang. Selain itu, wisatawan juga dapat menghentikan sejenak laju perahu untuk menikmati pemandangan sekeliling, mengambil gambar atau memancing.

Hutan Mangrove Lirang berada di ujung Utara Pulau Lembeh. Untuk mencapainya, pengunjung dapat menggunakan perahu dari Pelabuhan Pateten menuju Pelabuhan Papusungan selama 15 menit. Perjalanan selanjutnya ditempuh lewat jalur darat menggunakan pick up menuju Kecamatan Lembeh Utara. Di kecamatan inilah Hutan Mangrove Lirang berada.

Komentar